Tampilkan postingan dengan label Taubat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taubat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Desember 2015

Nabi Kita Tidak Pernah Bosan Beristigfar



Rasul dan suri tauladan kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling banyak beristigfar dan bertaubat padahal beliau adalah orang yang telah diampuni dosa yang telah lalu dan akan datang. Sebagaimana hal ini terdapat pada firman Allah,
إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا (1) لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا (2)
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata , supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan ni’mat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus,” (QS. Al Fath : 1-2)
Dalam kitab shohih, dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا صَلَّى قَامَ حَتَّى تَفَطَّرَ رِجْلاَهُ قَالَتْ عَائِشَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَصْنَعُ هَذَا وَقَدْ غُفِرَ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ فَقَالَ « يَا عَائِشَةُ أَفَلاَ أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا ».
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terbiasa shalat sehingga kakinya pecah-pecah. Kemudian aku mengatakan kepada beliau, ‘Wahai rasulullah, kenapa engkau melakukan hal ini padahal engkau telah diampuni dosa yang telah lalu dan akan datang.’ Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Tidakkah engkau menyukai aku menjadi hamba yang bersyukur.” (HR. Muslim no. 7304)
Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, “Inilah kekhususan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang seorang pun tidak ada yang menyamainya. Tidak ada dalam satu hadits shohih pun yang menceritakan tentang balasan amalan kepada selain beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyatakan bahwa dosanya yang telah lalu dan akan datang akan diampuni. Inilah yang menunjukkan kemuliaan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam segala perkara ketaatan, kebaikan dan keistiqomahan yang tidak didapati oleh manusia selain beliau, baik dari orang yang terdahulu maupun orang yang belakangan. Beliaulah manusia yang paling sempurna secara mutlak dan beliaulah pemimpin (sayid) seluruh manusia di dunia dan akhirat.”
Walaupun dosa-dosa beliau telah diampuni, namun beliau shallalahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling banyak beristigfar di setiap waktu. Para sahabat telah menghitung dalam setiap majelisnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terlihat paling banyak beristigfar.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَاللَّهِ إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً
“Demi Allah. Sungguh aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhari)
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّى أَتُوبُ فِى الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ
“Wahai sekalian manusia. Taubatlah (beristigfar) kepada Allah karena aku selalu bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali.” (HR. Muslim)
Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu berkata,
كَانَ فِى لِسَانِى ذَرَبٌ عَلَى أَهْلِى لَمْ أَعْدُهُ إِلَى غَيْرِهِ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم-
“Dulu lisanku biasa berbuat keji kepada keluargaku. Namun, aku tidaklah menganiaya yang lainnya. Kemudian aku menceritakan hal ini kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَيْنَ أَنْتَ مِنَ الاِسْتِغْفَارِ يَا حُذَيْفَةُ إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ كُلَّ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
“Mana istigfarmu, wahai Hudzaifah? Sesungguhnya aku selalu beristigfar kepada Allah setiap hari sebanyak 100 kali dan aku juga bertaubat kepada-Nya.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sabda Nabi ‘…إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ’ adalah shohih lighoirihi yaitu shohih namun dilihat dari jalur lainnya yang lebih kuat atau semisal dengannya. Sedangkan sanad hadits ini dho’if)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
مَا أَصْبَحْتُ غَدَاةً قَطٌّ إِلاَّ اِسْتَغْفَرْتُ اللهَ مِائَةَ مَرَّةٍ
“Tidaklah aku berada di pagi hari (antara terbit fajar hingga terbit matahari) kecuali aku beristigfar pada Allah sebanyak 100 kali.” (HR. An Nasa’i. Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani di Silsilah Ash Shohihah no. 1600)
Dari Ibnu Umar, beliau mengatakan bahwa jika kami menghitung dzikir Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam satu majelis, beliau mengucapkan,
رَبِّ اغْفِرْ لِى وَتُبْ عَلَىَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
‘Robbigfirliy wa tub ‘alayya, innaka antat tawwabur rohim’ [Ya Allah ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang] sebanyak 100 kali. (HR. Abu Daud. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no. 556)
Dan bacaan istighfar yang paling sempurna adalah penghulu istighfar (sayyidul istighfar) sebagaimana yang terdapat dalam shohih Al Bukhari dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Penghulu istigfar adalah apabila engkau mengucapkan,
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
“Allahumma anta robbi laa ilaha illa anta, kholaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bi dzanbi, faghfirliy fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta [Ya Allah! Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau].” (HR. Bukhari no. 6306)
Faedah dari bacaan ini adalah sebagaimana yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan dari lanjutan hadits di atas,
وَمَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا ، فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِىَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهْوَ مُوقِنٌ بِهَا ، فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهْوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ »
“Barangsiapa mengucapkannya pada siang hari dan meyakininya, lalu dia mati pada hari itu sebelum waktu sore, maka dia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan meyakininya, lalu dia mati sebelum waktu pagi, maka dia termasuk penghuni surga.”
Hadits sayyidul istigfar ini meliputi makna taubat dan terdapat pula hak-hak keimanan. Di dalam hadits ini juga terkandung kemurnian ibadah dan kesempurnaan ketundukan serta perasaan sangat butuh kepada Allah. Sehingga bacaan dzikir ini melebihi bacaan istigfar lainnya karena keutamaan yang dimilikinya. –Semoga kita termasuk orang yang selalu merutinkannya di setiap pagi dan sore-
Bacaan istigfar lainnya adalah sebagaimana terdapat dalam shohih Bukhari dari istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Aisyah radhiyallahu ‘anha. Aisyah berkata bahwa beliau mendengar
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (ketika menjelang kematiannya) sedang bersandar padanya. Lalu beliau mengucapkan,
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَارْحَمْنِى وَأَلْحِقْنِى بِالرَّفِيقِ الأَعْلَى
“Ya Allah, ampunilah aku, kasihilah aku dan kumpulkanlah aku bersama orang-orang sholih.” (HR. Bukhari no. 5674. Lihat Al Muntaqho Syar Al Muwatho’)
Jadi lihatlah kehidupan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang setiap waktunya selalu diisi dengan istighfar bahkan sampai akhir hayat hidupnya pun beliau tidak lepas dari amalan tersebut. Sebagaimana beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu mengakhiri amalan-amalan sholihnya seperti shalat, haji, shalat malam dengan istigfar, beliau juga mengakhiri hidupnya dengan istigfar.
Saudaraku … Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja yang sudah dijamin dosanya yang telah lalu dan akan datang akan diampuni, bagaimana lagi dengan kita yang tidak dijamin seperti itu[?] Sungguh, kita sebenarnya yang lebih pantas untuk bertaubat dan beristighfar setiap saat karena dosa kita yang begitu banyak dan tidak pernah bosan-bosannya kita lakukan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman,
يَا عِبَادِى إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا فَاسْتَغْفِرُونِى أَغْفِرْ لَكُمْ
“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa di waktu siang dan malam, dan Aku mengampuni dosa-dosa itu semuanya, maka mintalah ampun kepada-Ku, pasti Aku mengampuni kalian.” (HR. Muslim no. 6737)
Semoga Allah mengaruniakan kita untuk selalu mengikuti jejak beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga Allah memberikan kepada kita akhir hidup yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Mengabulkan do’a.
***
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Sumber: rumaysho.com

Rabu, 22 Oktober 2014

Diuji

Ketika tubuh diuji dengan kelezatan sesaat,
ketika hati dicoba dengan kesibukan duniawi.
Mampukah kita, tetap bertahan
pada jalan kebaikan dan kebenaran?...

Jika tidak, jiwa akan goyah
iman akan lemah
maksiat meraja lela
tenggelam dalam kubangan dosa
diri menjadi hina dan hancur binasa
tanpa tujuan hidup yang pasti
terombang-ambing
dalam kepalsuan dan kenistaan.


‪#‎SobatYukSegeraTobat‬!

Sabtu, 23 Agustus 2014

RUANG INSTALASI

INSTALL BELIFE PROGRAME [TAUBAT NASHUHA]

Terlepas dari istilah baku disiplin ilmu pengetahuan, penulis minta maaf jika tulisan kali ini agak aneh atau terkesan nyeleneh. Anggap aja asah otak dan hati. Selamat meng-instal.

Kesempatan hidup di dunia adalah kesempatan bertaubat mensucikan jiwa, membersihkan hati, memperbaiki diri dari segala dosa, maksiat, kesalahan, kelalaian dan keburukan. Tobat dari sifat sombong, ujub, bangga diri, angkuh, pamer (ria’), tinggi hati, berubah menjadi orang yang memiliki dan menguasai IT (Ikhlas & Tawadhu[rendah hati]) semata ridha Allah. Itulah rumus aktivasi Install Belife Programe [IBP].
Di dalam diri manusia, terdapat Software berteknologi canggih yang berfungsi sebagai program sentral [CP] segala sifat dan sikap/prilaku masing-masing manusia di dunia. Itulah yang kita sebut dengan hati (Heart). Namun jika Hati itu terserang ‘Virus AS’ [Amburadul System], maka sistem kebaikan pada diri manusia menjadi kacau-balau. Hati tak mampu mendeteksi kebaikan dan kebenaran. Sehingga manusia  terprogram untuk melakukan kejahatan semaunya.

Bertobat itu= meng-instal (mengisi) program tujuan hidup yang sebenarnya (installed to a original lifing programe) pada hati kita.  Mari kita basmi VIRUS-VIRUS PENGACAU SISTEM HATI MANUSIA [waspadai, kenali ciri-ciri virus yaitu ada kode exe (error x file).
  • DELET virus ria’.exe (pamer & narsis), sombong/angkuh.exe, basmi dengan menginstal Ikhlas.mx, Tawadhu.mx
  • DELET virus mengumbar-syahwat.exe, nifaq.exe (munafik), fasik.exe (suka melakukan dosa-dosa besar & kecil), thagut.exe dan install dengan antivirus Taat.mx , Beriman.mx, Sholeh.mx, AqidahTauhid.mx 
  • DELET virus dengki.exe, fitnah.exe, ghibah.exe (suka menggosip) dan instal antivirus IntrospeksiDiri.mx, MawasDiri.mx,
  • DELET virus curang.exe, bohong.exe, menipu.exe dan intall dengan antivirus Benar Jujur.mx
Masih banyak virus-virus ganas yang mengincar dan menggerogoti sistem hati manusia. Sebelum terlampau parah. Maka Install Belife Program (Taubat Nasuha) inilah satu-satunya cara menyelamatkan manusia dari kehancuran. Jika manusia membiarkan virus-virus itu mengendalikan program kehidupannya, maka manusia tak ubahnya seperti robot yang dikendalikan oleh nafsu setan (program perusak) produksi Mr. Satan LA. (Laknatullah Alaihi).
Untuk mendapatkan semua ‘AntiVirus’ mutahir di atas sangatlah mudah. Kita mesti men-download-nya dari dua sumber online warisan Rasulullah saw. sepanjang masa yaitu AL-QURAN & AL-HADITS. Sebab, di dalamnya kita akan menemukan format dan aplikasi detail tentang cara meng-instal ‘AntiVirus’ itu.
Berikut sekelumit penjelasan cara meng-instalnya:
Kenali ciri-ciri aplikasi IBP [Install Belife Programe], yaitu kode mx (maximal) pada ujung nama aplikasinya, artinya pengisian (install) pada hati harus full (bersungguh-sungguh) tidak setengah-setengah.

  •  Ikhlas.mx dan Tawadhu.mx klik tombol hati dan jiwamu dengan cara berdzikir, muhasabah (menghitung diri), berdoa kepada Allah swt.
  • Taat.mx, Beriman.mx, Sholeh.mx, AqidahTauhid.mx online terus pada situs ZONA ALLAH SWT [shalat 5 waktu, puasa, majelis ilmu, amalan sunnah Rasul saw.]
  • IntrospeksiDiri.mx, MawasDiri.mx  klik tombol lisan dan hati agar automatis beristighfar [mohon ampunan sekecil-kecilnya error system yang terjadi pada diri]
  • BenarJujur.mx aktifkan selalu signal akal dan perasaan pada frekuensi ihsan [kesadaran akan keberadaan dan pengawasan Allah swt. sebagai operator sistem hidup kita]. 
Insya Allah, jika semua format program telah teraplikasi dengan baik dan benar maka kita akan menjadi manusia berlevel VIP spesial yakni MUTTAQIIN [Level tertinggi dunia-akhirat].
Yuk segera kita instal hati kita!...



                                                                                                                           Pontianak, 10 April 2012
“Pemulung Inspirasi”
               

Jumat, 22 Agustus 2014

JANGAN BERPUTUS ASA DARI RAHMAT-NYA

10 Maret 2011 pukul 13:37

Rahmat & AmpunanNya melebihi luasnya langit & bumiDalam hidup ini, ada orang-orang yang merasa berputus asa dari mengharap rahmat dan ampunan Allah swt karena merasa dirinya sudah terlanjur bergelimang dosa. Tak jarang seseorang lebih memilih untuk terus menenggelamkan diri dalam berbagai perbuatan dosa dan maksiat, karena menurutnya bertaubat pun percuma. Allah tidak mungkin melimpahkan ampunan kepada dirinya yang mempunyai dosa setinggi gunung dan sedalam lautan. Ini jelas anggapan dan pemikiran yang salah.
Manusia hendaklah tidak berpikir senaif itu. Pesimisme terhadap rahmat dan ampunan Allah jelas merupakan sifat yang sangat tercela, sifat itu hanya pantas berada pada diri orang yang sesat dan kafir. Orang yang di dalam dirinya masih bersemayam iman kepada Allah, harus senantiasa bersikap optimis untuk mengharapkan ampunan-Nya. Allah swt telah berfirman dalam surah Az-Zumar ayat 53:
“Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)
Dalam ayat yang lain, melalui lisan Nabi Ibrahim as, Allah bahkan mengecam orang-orang yang mudah bersikap putus asa dari rahmat-Nya, dengan berfirman, dalam surah Al-Hijr ayat 56.
“Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat". (QS. Al-Hijr:56)
Selagi jantung masih berdetak, darah mengalir deras, napas masih lapang, akal masih sehat, sehingga tubuh ini masih kuat berdiri. Mari melangkah menuju rahmat dan ampunan-Nya. Meski diri ini berlumuran noda, yakni dosa dan maksiat, pintu ampunan selalu terbuka selama napas belum sampai ditenggorokan (ajal/sakaratul maut). Sobat, hidup ini adalah kesempatan yang diberikan oleh-Nya agar kita bisa memperbaiki diri, meninggalkan segala kesalahan yang pernah dilakukan, membersihkan diri dari semua perilaku buruk, bernoda, kotor. Memang tidak semudah mencuci pakaian dari noda. Kita perlu berusaha, berjuang, bersungguh-sungguh mengerahkan segenap kekuatan diri & disertai doa permohonan bimbingan dari-Nya untuk berniat ingin berubah. Tidak lagi gampang mengotori diri, tidak mau lagi terbujuk apalagi takluk dengan nafsu dan godaan serta bisikan jahat. Waspada dengan hasutan setan, tipu muslihatnya yang bisa merasuki hati dan pikiran.
Detik ini juga, suara hati terdalam berkata pada diri ini,”sampai kapan kamu berbuat dosa?, kamu yakin masih bisa hidup esok hari?, apa dosamu yang kau sembunyikan ini tidak diketahui oleh-Nya?”, banyak lagi pertanyaan yang akan muncul tiba-tiba. Yakinlah itulah dirimu yang sebenarnya, yaktu jiwa seorang hamba yang takut pada Tuhannya.
Ajak bicaralah nuranimu sobat, sebab ia paling dekat dengan Tuhanmu.
“Lalu, apa yang harus kulakukan?” kamu harus segera meninggalkan tempatmu biasa berbuat dosa”. Cari tempat aman dan mendukung untuk kamu bertaubat.” Apa itu?” masjid. Masjid?” aku tidak mau tinggal di masjid, masjid tempat suci sedang aku kotor. Bukan,bukan tinggal di masjid. Tapi, sering-seringlah singgah ke masjid di sepanjang perjalananmu kembali pada-Nya. Di masjid,kamu akan bertemu dengan orang-orang yang lebih dulu bertaubat. Bertemanlah dengan mereka,curhatkan segala masalahmu dengan mereka, belajarlah dari pengalaman mereka. Tapi aku malu,mereka orang bersih sedang aku kotor.”apakah mereka tidak pernah kotor sepertimu?” mereka dulu mungkin ada yang lebih kotor darimu sobat. Dengan rahmat & pertolongan Allah saja mereka bisa seperti sekarang. “Mandilah,niatkan dlm hatimu ingin menjadi orang bersih & menghamba pada-Nya. Kamu harus kapok jadi orang kotor, sebab setiap manusia itu suka dengan yang bersih. “apa kamu tahan gak mandi selama sebulan?” apalagi jiwamu yg dibiarkan kotor bertahun-tahun. Pasti tersiksa,menderita, sehingga hidup terasa sempit, kamu tidak akan puas dengan hidup ini saat kamu menderita kesengsaraan & kesulitan hidup. Beda jika kamu rajin mandi, bersih, pikiran jadi fresh (segar), semangat menapaki hidup.

Kamis, 04 Oktober 2012

PERINGATAN DARI TUHAN AGAR SEGERA BERTAUBAT


إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.
مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
أَمَّا بَعْدُ:


Para pemuda muslim dan muslimah yang disayangi Allah swt.

Banyak orang yang insaf dan kembali ke jalan Allah swt. hanya gara-gara mengalami kejadian atau peristiwa yang mengguncang pikiran dan jiwanya. Seseorang bisa mendapat hidayah saat ia terbaring di rumah sakit, dipenjara, mendapat musibah, sering bermimpi aneh yaitu dihantui perasaan cemas dan takut, mengalami penyiksaan, bayangan dosa dan maksiat yang telah dilakukan, bermimpi tentang kematian bahkan seakan mengalami sakratul maut, hari kiamat sehingga mengajak dirinya agar segera bertobat dan lain sebagainya. Begitu pula yang terjadi dalam kisah nyata seorang pemuda berikut ini, ia menuturkan mimpinya kepada saya agar dijadikan pelajaran. Untuk menjaga aib seseorang, kita tidak akan menyebutkan nama dan tempat tinggal pemuda itu. 

Baiklah sahabat muda, sebelumnya kami mohon maaf jika ternyata kisah berikut ini ada kemiripan dengan kisah yang sebagian dari kalian mengalaminya, itu hanya kebetulan saja. Mari kita fokuskan pikiran dan perasaan kita pada kisah berikut ini, ingat gunakan imajinasi kalian, masuklah ke dalamnya, rasakan dan hayati sebab ini adalah pengalaman nyata spiritual seseorang tanpa rekayasa yang dituturkan kepada kami. Bayangkan diri kalian menjadi salah satu dari tokoh yang termuat dalam kisah. Selamat memasuki dunia kisah.
Mimpiku Menyadarkanku

“Tidak biasanya aku ingin shalat subuh berjamaah ke masjid, sudah lama saya tidak bangun subuh. Aku bersiap-siap, berpakaian rapi, kain sarung & kopiah lalu mengambil kunci masjid untuk membuka pintu masjid. Ternyata ada jamaah yang telah datang lebih awal. Aku pun shalat sunat tahyatul masjid, lalu tiba waktu shalat saya disuruh azan. Ku usahakan bersuara semerdu mungkin. Seusai melaksanakan shalat subuh berjamaah di masjid, saya pulang ke rumah & mata terasa mengantuk. Di alam mimpi, aku berjalan-jalan tak tentu arah, entah mau ke mana. Aku  tidak kenal tempat apa ini. Meski sama dengan  tempat di dunia nyata, namun agak sedikit berbeda. Saya bertemu sosok Ustadz yang sedang berceramah mengisi pengajian di rumahnya dalam gang, beberapa masyarakat menghadiri. Aku di ajak untuk ikut. “jangan ikuti anak perempuan itu” ujar ustadz. Itulah yang kudengar sendiri dan beliau seperti mengetahui tentang perihalku dan hubunganku dengan seorang perempuan dengan kata lain pacaran. Sontak, jiwaku tergoncang mendengarnya. Lalu Ia dan jamaah meninggalkanku sendiri. Ku lanjutkan perjalananku menyusuri pemukiman rumah penduduk. Dalam perjalanan aku teringat ujaran ustadz tadi betapa berdosanya diriku telah melanggar hukum Allah. Aku tahu bahwa pacaran, berdua-duaan itu dilarang dalam agama, tapi masih kulakukan demi menuruti nafsu syahwatku. Aku kalah oleh bujuk rayu syaitan. Aku telah melakukan zina dengan perempuan itu”. 

Tiba-tiba aku berada di dalam rumah seorang ustadz, ustadz dan ayahku serta keluarganya berkumpul, aku tampak menyesali dosaku dan langsung mencium tangan ayahku sambil menangis dan begitu juga tangan ustadz basah oleh air mataku. “Ada apa nak, apa yang terjadi ?”ujar ayah bernada berat. Aku tidak segera memberitahukan halku pada mereka, aku sangat malu. Aku meninggalkan mereka dan kembali melanjutkan perjalanan. Aku bingung harus ke mana melangkah. Di sepanjang perjalanan aku melewati pemakaman, namun tempat ini sepertinya di perkotaan, terdengar olehku lagu syahdu nasyid tentang mengingat mati, sungguh hatiku terenyuh, aku menangis sejadi-jadinya sambil ku perhatikan satu demi satu makam yang kulewati, kubayangkan bagaimana jika salah satu makam itu ada tertulis namaku. 

Sungguh, Aku tidak mengenali tempat ini, aku berada di tengah pasar. Aku ingin pulang, aku terlalu jauh meniggalkan rumah. Ku naiki mobil angkot untuk pulang ke rumah. Setiba di rumah, aku berjumpa dengan seorang gadis, dia adalah keponakan ustadz. Ia baru lulus dari Pesantren, tapi mengapa ia tidak mengenakan jilbabnya ya?” tanyaku dalam hati. Ia memintaku untuk menemaninya ke warnet untuk mendaftar online ke universitas. “Jilbabnya ndak dipasang dek ?” tanyaku. Ia tidak menggubris pertanyaanku, ia dengan pakaian biasa dan celana levis ketat dan tanpa jilbab mengendarai sepeda motor dan keluar dari Gang untuk menjemputku di depan gang dari kejauhan ia tersenyum padaku, sebab aku masih malu untuk masuk ke rumah ustadz tempat aku menginap dan belajar agama. Tiba-tiba Truk besar dari arah belakang melaju dan tanpa kendali menghantam gadis yang bermotor itu, ia terpental bersama motornya, tubuhnya terhempas, dan lebih tragis lagi kepala dan tubuhnya dilindas ban mobil sarat muatan itu. Jantungku seakan berhenti berdetak, sesak melihat kejadian yang tak kuduga sebelumnya. Spontan beberapa warga berteriak histeris menyaksikan peristiwa nahas itu. Tubuh dan kepala gadis itu remuk bersimbah darah, Aku menghentikan mobil yang lewat dan mengangkat tubuh gadis itu dan membawanya ke tepi jalan. “Tolong, tolong..pak bu, selamatkan dia, bawa ke RS,” teriakku. Aku menangis, sebab orang yang mencintaiku pun kini telah pergi. Aku baru teringat akan diriku, ini benar-benar sebuah peringatan dari Tuhanku, agar aku segera bertobat, menyesali dosa-dosaku, kubayangkan bagaimana jika peristiwa nahas itu terjadi padaku. Sungguh jiwaku digoncang atas kejadian seakan-akan nyata. Mataku terbuka, jantungku berdegup kencang mulutku komat-kamit beristighfar menenangkan diri, aku terbangun  dari tidurku. Mimpiku ini sungguh peringatan dari-Nya. 

Muslimin dan Muslimat, cikal bakal generasi ummat,insyaAllah mendapat rahmat dan selamat dunia akhirat

Mari kita bahas kisah tadi berdasarkan dalil Al-Quran. Di awal muqaddimah telah disebutkan satu ayat tentang taubat yaitu: 

Dan tidaklah Taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang”. Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu Telah kami sediakan siksa yang pedih.(QS. An-Nisa [4]: 18).

Banyak dalil yang memaparkan tentang taubat. Namun ayat ini sangat pas dengan kisah di atas. Seorang pemuda itu merasa menyesali perbuatan maksiatnya setelah ia mengalami peristiwa yang mengguncang jiwanya di alam bawah sadar (mimpi). Melalui kekuasaan dan kehendak Allah swt. Pemuda itu diberi tayangan visual di dalam pikirannya seakan ia benar-benar merasakan kejadian itu. Allah swt. Maha mengetahui jiwa hamba-Nya, lalu Dia hadirkan suasana tempat yang dapat mengguncang jiwanya yaitu tanah perkuburan, serta peristiwa nahas dan tragis menghilangnya nyawa orang yang disayanginya di depan matanya membuat jiwa seorang hamba itu ingat akan mati, sadar bahwa hidup di dunia itu sementara dan segala perbuatannya akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Jiwa pemuda itu sangat terguncang saat Allah swt. menghadirkan di dalam mimpinya sosok teladan dan yang paling ia segani yaitu ustadz dan ayahnya yang selama ini sering mengajarinya dan menasehatinya tentang kebaikan. Ia telah sering mendengar ceramah tentang larangan mendekati zina, yaitu surat al-Isra [17] ayat ke 32.

Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.
 
Namun ia telah melanggar larangan itu dan tetap berzina. Ia telah menodai tubuh dan jiwanya dengan dosa itu. Allah swt. menyentuh jiwa pemuda itu dengan membuat pemuda itu malu, bingung dan cemas bertubi-tubi. 

Sahabat muda generasi bangsa harapan umat,

Mari kita lihat buktinya bahwa seks bebas dikalangan remaja sudah kian mengancam nasib anak negeri ini bahkan dapat menghancurkan masa depan mereka. Dalam sebuah acara di stasiun Metro TV yaitu Kick Andy, edisi Jumat, 4 Februari 2011, melaporkan hasil riset dari penelitian yang telah dilakukan oleh KOMNAS Perlindungan Anak (2007) ataupun BKKBN (2010), mengenai perilaku remaja yang melakukan hubungan seks pra nikah, menunjukkan kecenderungan meningkat. Data hasil riset BKKBN misalnya, mengatakan bahwa separuh remaja perempuan lajang yang tinggal di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi telah kehilangan keperawanan dan mengaku pernah melakukan hubungan seks sebelum menikah, bahkan tidak sedikit yang mengalami kasus hamil di luar nikah. Na’uzubillaahiminzalik, semoga kita terhindar dari hal yang demikian. 

Saudara-Saudariku yang kucintai dan kusayangi karena Allah

Syukurlah, pemuda itu masih teringat nasehat ustadznya dan nasehat itu terbawa di alam bawah sadarnya. Mendengar ustadz membacakan ayat berikut, tubuh pemuda itu gemetar.
šDan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka Mengetahui. (QS. Ali Imran[3]: 135).  

Dalam tafsir ayat tersebut, yang dimaksud perbuatan keji (faahisyah) ialah dosa besar yang mana mudharatnya tidak hanya menimpa diri sendiri tetapi juga orang lain, seperti zina, riba. Menganiaya diri sendiri ialah melakukan dosa yang mana mudharat (kerugian)nya hanya menimpa diri sendiri baik yang besar atau kecil.

Di dalam mimpi pemuda itu, ia dinasehati oleh sosok berwibawa yaitu ustadz yang mengajak agar pemuda itu segera berhenti melakukan maksiat, segera bertobat mohon ampunan kepada-Nya sebelum azab menimpa dan menyengsarakan diri pemuda itu. Jangan sampai menyesal kemudian. Ujaran ustadz di dalam mimpinya itu senada dengan bunyi surah Huud [11]: 3, yaitu:
ƒDan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang Telah ditentukan dan dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. jika kamu berpaling, Maka Sesungguhnya Aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.

Sebenarnya, berdasarkan penuturan pemuda itu, mimpinya cukup panjang, namun di sini saya hanya menceritakan hal-hal terpenting yang dapat dijadikan pelajaran bersama terutama bagi kita yang masih berusia belia ini. Adapun hal penting disebutkan dalam surah Huud ayat 3 itu adalah seruan untuk segera bertaubat dan keutamaan berupa pahala bagi yang menyegerakannya serta ganjaran siksa bagi orang yang berpaling (enggan bertaubat).

Rahmat Allah begitu luas
Di dalam surah az-Zumar [39] ayat 53 disebutkan :

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Allah swt. Tuhan pencipta, pengatur dan penguasa alam semesta ini sangat menyayangi hamba-Nya dan seluruh makhluk-Nya. Sebab rahmatnya lebih luas dari apa yang diciptakannya. Tanpa terkecuali mereka yang terkadang melanggar aturan, bergelimang dosa, asalkan punya niat sungguh-sungguh kembali bertaubat, memperbaiki diri dan meninggalkan sejauh-jauhnya masa lalu mereka yang kelam itu.
Taubat Nasuha
Firman Allah swt. dalam penggalan surah at-Tahriim [66]: 8 menyebutkan:
š
Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).

Senada pula dengan surah al-Furqan [25]: 71 :


Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, Maka Sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan Taubat yang sebenar-benarnya.
Saudara-Saudariku yang kami banggakan, 

Dr. Yusuf al Qardhawi, seorang ulama ahli fiqih kontemporer mendefinisikan bahwa taubat nasuha adalah kembalinya seorang hamba kepada Allah Ta'ala, tidak ada sekutu bagi-Nya dari dosa yang pernah ia lakukan karena sengaja atau lupa dengan kembali secara benar, ikhlas, percaya, dan berhukum dengan ketaatan yang akan mengantarkan hamba tersebut kepada kedudukan para wali Allah yang bertakwa serta menjauhkan antara ia dengan jalan-jalan syaitan.

Di dalam kisah disebutkan, seorang pemuda menangis dan mencium tangan ayahnya dan ustadz yang membimbingnya. Sosok orang tua kandung muncul di dalam benak pemuda itu dan menjadi sosok yang membuatnya terharu dan menangis. Boleh jadi ia merindukan kehangatan kasih sayang seorang ayah, atau ia menangis karena telah menyalahi dan menyimpang dari pengajaran yang telah diajarkan sang ayah. Jiwanya takut dan khawatir jika ia di-cap sebagai anak durhaka. Sebab durhaka terhadap kedua orang tua merupakan satu di antara dosa-dosa besar. Dirinya telah melakukan banyak dosa dan maksiat seperti berzina, syirik pada-Nya (mencintai makhluk yaitu kekasihnya melebihi cintanya pada Allah swt.sehingga ia berani melanggar larangan-Nya), dan durhaka kepada orang tua dan gurunya. Jika Ia tidak segera sadar dan bertobat, maka azab dan kesengsaraan menimpanya sesuai dengan perbuatannya. Bahkan ia bisa saja tergolong sebagai pengikut syaitan yang terkutuk.

Perasaan takut yang mencekam membuat pemuda itu menyadari bahwa ia mesti bertaubat sungguh-sungguh (taubat nashuha) dengan syarat :
1.      Ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan meniatkan taubat itu karena mengharapkan wajah Allah dan pahalanya serta selamat dari adzabnya.
2.      Menyesal atas perbuatan maksiat itu, dengan bersedih karena melakukannya dan berangan-angan bahwa dia tidak pernah melakukannya.

3.      Meninggalkan kemasiatan dengan segera. Jika kemaksiatan itu berkaitan dengan hak Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka ia meninggalkannya, jika itu berupa perbuatan haram dan ia segera mengerjakannya, jika kemaksiatan tersebut adalah meninggalkan kewajiban. Jika kemaksiatan itu berkaitan dengan hak makhluk, maka segera ia membebaskan diri darinya, baik dengan mengembalikannya kepada yang berhak maupun meminta maaf kepadanya.

4.                     Bertekad untuk tidak kembali kepada kemasiatan tersebut di masa yang akan datang.
5.      Taubat tersebut dilakukan sebelum habis masa penerimaannya, baik ketika ajal datang maupun ketika matahari terbit dari tempat tenggelamnya.

Syarat-syarat taubat di atas berdasarkan hadits Rasulullah saw yang artinya:
Taubat Nasuha adalah bertaubat dari dosa yang diperbuatnya saat ini dan menyesal atas dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi di masa mendatang. Apabila dosa atau kesalahan tersebut terhadap bani Adam (sesama manusia), maka caranya adalah dengan meminta maaf kepadanya. Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat, "Apakah penyesalan itu taubat?", "Ya", kata Rasulullah (H.R. Ibnu Majah).

Amr bin Ala pernah mengatakan: "Taubat Nasuha adalah apabila kamu membenci perbuatan dosa sebagaimana kamu pernah mencintainya".

Mengapa harus Mimpi ?

Menurut Freud, mimpi adalah penghubung antara kondisi bangun dan tidur. Baginya, mimpi adalah ekspresi yang terdistorsi atau yang sebenarnya dari keinginan-keinginan yang terlarang diungkapkan dalam keadaan terjaga. Sedangkan Ibn Arabi mengidentifikasikan mimpi sebagai bagian dari imajinasi. imajinasi adalah tempat penampakan wujud-wujud spiritual, para malaikat dan roh, tempat mereka memperoleh bentuk dan figur-figur “rupa penampakan” mereka, dan karena disana konsep-konsep murni (ma`ani) dan data indera (mahsusat) bertemu dan memekar menjadi figur-figur personal yang dipersiapkan untuk menghadapi drama event rohani.

Dengan kata lain mimpi itu bagian dari kehidupan manusia yang tak dapat dipisahkan sebab manusia adalah makhluk psikis. Alam bawah sadar atau mimpi merupakan salah satu media penerima pesan secara psikis pada diri manusia. Secara spiritual, beberapa dari Nabi dan Rasul pernah menerima pesan berupa wahyu dari Allah swt. melalui mimpi yang kemudian wahyu itu menjadi pelajaran dan petunjuk bagi umat manusia. Hal tersebut ditegaskan Allah swt bahwa mimpi para Nabi dan Rasul itu adalah wahyu (silakan dibaca QS. Al-Isra’[17]:60). Seperti mimpinya Nabi Ibrahim as. (QS. Ash Shaaffaat [37]: 102), mimpi Nabi Yusuf as. (QS. Yusuf [12]: 4,5,100), atau mimpi Rasulullah saw. (QS. Al Fath[48]: 27).
Kaitan dengan kisah mimpi seorang pemuda dan surah at-Tahriim [66]: 8 atau al-Furqan [25]: 71 di atas yaitu pelajaran bagi hamba Allah yang belum bertobat secara total alias tobat sambal. Selayaknya pemuda itu bersyukur atas mimpi hikmah tersebut. Sebab, Allah swt. menegurnya dengan mimpi belum dengan peristiwa atau pengalaman di alam nyata. Begitu pula dengan kita, jangan sampai bernasib sama atau malah lebih parah dari apa yang dikisahkan. Na’uzubillah tsummu na’uzubillahiminzalik.

Sahabat, 

Dapat diambil hikmah bahwa mimpi yang dimaksud bukan bunga tidur belaka, tapi mimpi yang mampu membangunkan seseorang dari “tidur nyenyak” dalam selimut dosa dan maksiat. Sehingga, saat ia terbangun, ia dapat menyadari bahwa perbuatan yang selama ini ia lakukan itu salah. Tidak cukup hanya kesadaran akan kesalahan, tapi berusaha meninggalkan perbuatan salah itu dan menggantinya dengan perbuatan baik atau amal shalih yang jelas diridhai Allah swt.  
Sebagai penutup, mari kita buat kesimpulan.

Pelajaran dan Nasehat dari Kisah di atas adalah:
  • ·         Jangan mudah terbujuk untuk berbuat dosa dan maksiat seperti zina dan lain-lain.
  • ·         Hindari situasi dan kondisi yang membahayakan kesucian jiwa
  • ·         Perdalam dan amalkan dengan ikhlas ilmu agama melalui bimbingan guru/ustadz
  • ·         Jangan menunda bertaubat dengan sesungguhnya (taubatan nasuha)
  • ·         Hormati kedua orang tua sebagai bukti taubat kepada-Nya (QS.46:15)
  • ·         Ingat ajal dan kesengsaraan (azab) di dunia dan akhirat akibat berbuat dosa dan maksiat
  • ·         Allah swt. Dialah Tuhan yang Maha Pengampun dan Penyayang kepada hamba-Nya
Semoga taushiyah ini bermanfaat bagi diri kami dan saudara saudari sekalian, menjadi pelajaran dan nasehat bagi diri kita agar istiqamah menjaga kesucian jiwa dan terhindar dari segala dosa dan maksiat yang mengotorinya. Selain itu himbauan kepada para pemuda lajang yang telah matang dan siap untuk menyegerakan menikah. Sedangkan yang belum memiliki kesiapan baik lahir maupun batin dianjurkan selalu menjaga diri, berpuasa, menyibukan diri dalam aktifitas beramal shalih, menuntut ilmu dan pengalaman hidup.
Saudara-Saudariku seiman, mari kita tutup majelis ilmu ini dengan membaca surah Al-Ashr:1-3:
Dan membaca doa penutup majelis : 


 “Maha Suci Engkau ya Allah dan segala puji bagiMu, aku bersaksi bahwa tiada ilah selain Engkau aku mohon ampun dan bertaubat kepadaMu" (HR Abu Dawud 4217)

Ushiikum ‘ibaadallaah wanafsii bi taqwallaah
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Mari saksikan film membangun jiwa berikut ini :

Minggu, 29 April 2012

Aku kapok terperosok & kotor lagi (renungan tobat dari maksiat)

10 Maret 2011 pukul 13:45
Inilah ikon dunia metal yang diperkenalkan Barat kepada anak-anak muda jaman sekarang 

Hari itu aku berjalan seharian tanpa tujuan jelas di luar sana. Saat di bawah terik sinar matahari, tubuhku bermandikan keringat, bau badanku pun tercium olehku & itu bisa kuterima (cz,sebusuk-busuknya itukn bau badanku sendiri,demikian pikirku), saat aku berjalan di samping genangan air lumpur, ada mobil truk melaju & melindas genangan air itu sehingga air itu muncrat mengenai sebagian dari baju kaos kesayanganku, tak ayal lagi aku pun berlari berusaha mengejar truk itu sambil memaki-maki supir truk itu, tapi supir & truknya tetap melaju. Aku pasrah dengan baju kotor & berlumpur ini. Kini keringatku dibasuh oleh lumpur dibaju yg masih basah & airnya menetes di sepanjang jalan. Aku bukannya memerah air itu,apalagi berpikiran untuk membersihkannya dulu & menggantinya. malah membiarkannya, “panas matahari sudah cukup mengeringkan baju yang ku pakai” pikirku. “Ah..membersihkan,mencucinya hanya membuang waktu & tenaga saja. Memang warna hitam baju kaos yg ku kenakan ini masih bisa menutupi lumpur yg menempel jadi dari jauh tidak kelihatan. Tapi semakin lama semakin gerah & panas saja badanku ini. Padahal aku tau, warna hitam itu menyerap panas,tapi masih ku pakai. Ya,memang Cuma baju kaos hitam yang menjadi favoritku. Aku lebih senang warna hitam dan merah darah. Di bajuku ini terpampang gambar tengkorak berdarah & berbalut rantai berduri & berapi dengan tulisan berbentuk sayatan pisau “DEVIL GO TO HELL” yang disablon. Kaos anak metal dr jaman dulu sampai sekarang gambarnya ya..tengkorak ini yg paling terkenal
Jadi klo aku cuci, aku takut gambar sablonan itu luntur & terkelupas. Ku tarik baju kaosku dan kudekatkan kehidungku,” ah, ini gak bau-bau amat”sambil mencium baju kaos yg terkena lumpur. Kulanjutkan melangkah menyusuri balok-balok semen yang disusun menutupi lobang selokan pinggir jalan. Aku sambil bernyanyi mengikuti gebrakan musik underground rock metal di ipod baruku. Tubuhku ikut berjingkrak bak anak metal, aku tak peduli sorotan mata orang-orang yang iri,sinis memandangiku di sepanjang jalan.” Sesekali aku teriak dgn suara parau & serak meniru vokalis metal tuk menjiwai musik metalika ini. Aku asyik dengan musik ini, sambil berjingkrak, kakiku melompat-lompat & tak sadar aku menginjak semen yang retak dan akupun terperosok di lobang selokan. Ternyata selokan ini cukup dalam, tubuhku nyaris tenggelam. Lumpur hitam dan bau comberan yang menyengat hidung serta gumpalan sampah dan lendir kini berada dekat hidungku. Aku nyaris lemas, ku angkat kedua belah tanganku mencari pegangan agak aku tak tenggelam & bergumal dalam lumpur pekat itu. Aku hampir putus asa, tubuhku semakin lemas dan berat, untung ada yang meraih tanganku,entah tak tau siapa, yang jelas ia berusaha menarikku ke permukaan. Meski tenaganya tak terlalu kuat, kutarik tangannya, ia pun berteriak minta tolong dengan orang-orang. “Tolooong, toloooong,tolooooong, ada orang kecebur selokan!!!”...,entah bagaimana caranya, orang-orang menaikkan aku ke permukaan, di tepi jalan aku dikerumuni orang ramai. Saat itu aku tak sadarkan diri alias pingsan. Sekujur tubuhku penuh dengan lumpur & perutku juga kembung akibat banyak menelan lumpur itu. Orang mengira aku telah mati lemas. Rasa sejuk mengalir keseluruh tubuhku, pandanganku kabur, “Hei anak muda, sadarlah-sadarlah!”sambil pipiku ditampar-tampar pelan oleh seseorang yg tak kukenal. Namun,suara beratnya membuatku sadar. Kubuka mataku perlahan,kulihat disekelilingku orang ramai memandangiku, “alhamdulillah, anak muda ini sadar juga” kata seorang kakek tua di depanku. Sebagian orang menutup hidungnya,karena tak tahan mencium bau busuk diriku. Di samping tubuhku disiram air oleh seseorang pemuda yg juga tak kukenal. Ternyata tubuhku dibersihkan dari lumpur yang melekat. Aku mencoba duduk, dan bengong, tak tau mau berkata apa sama mereka & kepalaku pusing. “Sudah-sudah,maaf ya Bapak-bapak,ibu-ibu, semuanya boleh bubar,ini bukan tontonan” ujar seorang kakek tua.
“Ya..bapak-bapak & ibu-ibu sekarang silakan pulang, biar kami yang mengurus anak muda ini” timpal pemuda tadi yg menyirami air bersih ke tubuhku. Orang-orang pun bubar. Tubuhku masih lemas tak berdaya, aku terlalu banyak meminum & menelan lumpur comberan itu. Iiiiiak!..,berkali-kali ingin kumuntahkan semua isi dalam perutku ini,tapi tak juga bisa. “Sudahlah anak muda, sudah..,istirahatlah dulu” kata kakek itu. Mataku berat,penglihatanku gelap lagi, aku pingsan lagi. Aku dipapah dan dibawa ke sebuah pondok. “Aku mau di bawa ke mana, aku masih kuat,jangan berani-berani pegang !”aku sempat berontak sama mereka (si kakek & pemuda),mereka melepaskanku. meski badanku masih menggigil kedinginan, jalanku juga masih mengambang seperti orang mabuk. tiba-tiba kesadaranku hilang kembali, seperti orang yang sangat mengantuk lalu tertidur. Tubuhku rebah & mereka kembali membawaku ke pondok itu.
Dari pojok sana kulihat asap perapian mengepul-ngepul dan seorang kakek sedang memasak sesuatu, ia meniup-niup bara api.
Entah berapa lama aku tak sadarkan diri. Kubuka mataku, kulihat di sekelilingku pondok kayu beratapkan daun pohon nipah. Pondoknya sangat sederhana. Di tempat aku berbaring ini hanya beralaskan kardus bekas. Dari pojok sana kulihat asap perapian mengepul-ngepul dan seorang kakek sedang memasak sesuatu, ia meniup-niup bara api. Dan tak lama kuperhatikan kakek itu. Terdengar olehku suara pemuda itu memberi salam,”assalamu’alaikuum ki!” “Wa’alaikum salaam cu!” sahut kakek itu dari dapur yang dibuat dari bongkahan batu dan tanah liat. Pemuda itu memandangiku sejenak, dan berujar,”Ki, tampaknya ia sudah siuman” “Oh ya, syukurlaah”jawab kakek itu. “Ini aki buatkan bubur untuknya, coba tolong berikan bubur ini sama dia”suruh kakek itu. Pemuda itu meletakkan kayu bakar yang dibawanya, lalu mengantarkan bubur kepadaku. Sepertinya, aku dibawa cukup jauh dari perkotaan, tapi pakai apa mereka membawaku? Tanyaku dalam hati. Mengapa mereka mau menolongku,akukan bukan siapa-siapanya merek”gumamku dalam pikiran. Tapi..sudahlah,aku gak mau pusing-pusing mikirin hal yang gak jelas,yang penting aku bisa istirahat,lagi pula badanku pegal semua. “bang, ini bubur silakan dimakan,abang pasti lapar” kata pemuda itu sambil memberikan semangkuk bubur hangat padaku. Akupun mengambil mangkuk itu, ya memang terasa sangat lapar aku hari ini belum makan. “jangan lupa bang, baca bismillah dulu”ujar pemuda itu. “bismillaahirrahmaanirrahiim” ujar pemuda itu. Aku berhenti sejenak mendengarkan ucapan itu,tapi mulutku Cuma komat kamit belum pernah kudengar ucapan apa itu, masa’ mau makan aja pke’ bacaan segala, akupun melahap segera bubur itu sampai habis. Aku tak peduli dengan pemuda itu. Ia tersenyum melihatku makan serakus ini, lalu meninggalkanku.
“sudah selesai makannya anak muda?” tanya kakek sambil membincing ceret air yang masih mengepul uapnya. Aku Cuma menganggukan kepalaku dua kali. “kalau begitu, berikan dia air minum”ujar kakek. Pemuda itu memberiku segelas air putih. Kuraih gelas itu, dan lansung ku teguk. Memang sangat dahaga tenggorokan ini. “Kurang!”kataku kasar sambil mengacungkan gelas itu pada pemuda itu. Ia tersenyum, dan menuangkan air putih dari ceret yang dibawanya. Aku minum sampai sepuluh gelas. Lalu untuk apa si kakek menuangkan air panas kegelas tanah liat di sampingku. Akukan sudah minum banyak. Ku pandangi kakek, kakek pun memandangiku, ku geleng-gelengkan kepalaku dan menepuk-nepuk perutku yg kembung. “Ya, aki tau,perutmu masih dipenuhi lumpur, makanya aki buatkan ramuan ini agar lumpur itu bisa kau buang nanti bersama kotoran, kamu mau kan meminumnya ?” ujar kakek. Ku anggukan kepalaku. “Terserah kamu, mau diminum sekarang atau nanti saja” kata kakek. Kakek pun berlalu dariku.
Hari semakin sore dan gelap. Pintu pondok dan jendela ditutup rapat. Di pondok ini tak ada listrik, mereka cuma pakai lentera. Aku melihat mereka melakukan sesuatu yang persis sama dilakukan oleh orang-orang di masjid atau surau, tapi sedang apa mereka. Setiap gerakan kudengar “Alloohu akbar”. Aku cuma memandangi sebentar dan kulirik air ramuan kakek, moga masih hangat jadi anggap aja ngopi. Kuseruput air itu sampai habis. “Aahhh...,meski agak lengket-lengket dilidah, gak tau ramuan apa ini. Tak berapa lama kemudian, aku merasakan agak aneh, perutku mulas & aku mual-mual. “Waaah gawat ni, sepertinya isi dalam perut ini melilit sekali, di mana aku harus buang air” pikirku. “Sudah diminum ramuannya, anak muda?” tanya kakek dari kejauhan. aku hanya berdehem-dehem. “kalau sudah, silakan kamu pergi ke belakang,”ujar kakek. Aku bingung di belakang mana, aduuuuh sudah gak tahan nih. “Cu, cepat tunjukan dia” kata kakek. Pemuda itu mengantarku ke belakang sambil membawa obor yang dibuat dari sabut kelapa dan bambu. Antara pondok dan WC berjarak 10 meter, di sekelilingku hutan lebat dan berbagai macam bunyi yang kudengar.. “Bang, apa aku menunggu disini atau abang sendirian saja” tanya pemuda itu. “Biarkan aku sendiri” kataku. “Baiklah, aku pergi dulu bang” sambil meletakan obor ditempatnya yang dibuat pada tiang di luar WC. Di dalam WC, bulu romaku merinding. Entah kenapa. Aku jadi penakut. “Aah...kalau pun ada yang berani menakutiku, akan kutonjok dia.
Metalica,identik simbol kehancuran/ancur-ancuran?

Saat buang air, tiba-tiba angin bertiup sehingga obor diluar pun padam. “Yaaah..sialan!.., obor di luar padam lagi” gumamku dalam hati. Aku semakin merinding, dan segera mungkin menyelesaikan buang air ku dan membasuh duburku sampai bersih. Aku segera keluar dari WC, dan melihat pondok yang terang dari kejauhan 10 meter, aku pun berlari menuju pondok tanpa menghiraukan apa-apa saja yang ku injak. Aku sampai lupa membawa obor itu.
Suasana malam gelap gulita kian mencekap. Sepoi angin seakan berbisik-bisik menyampaikan pesan-pesan misteri & tersembunyi di balik pepohonan rindang.
Sesampai di pondok, napasku tersengal-sengal. “Ada apa anak muda?” tanya kakek heran. Kulihat mereka sedang makan malam di lantai. Aku tidak menjawab, aku langsung ke tempat tidurku dan berbaring sambil mengatur napas. “Cu, beri dia minum air hangat” ujar kakek. Pemuda itu menuangkan air hangat ke dalam gelasku. Dan menaruh ceret air di samping gelas. Akupun meminumnya. “Anak muda, mari ke sini, makan bersama kami” ajak kakek. “Nanti saja” kataku. “Baiklah, kalau abang merasa lapar, ambil saja sendiri di dapur ada nasi,lauk & sayur yang disimpankan untuk abang, habisi saja. Kami sudah makan.” Ujar pemuda itu. Memang wajar ia memanggilku abang, ia sepertinya lebih muda dariku. “Tapi mengapa, mereka sungguh baik denganku. orang tuaku dan teman-temanku saja tidak sebaik ini, malah orang-orang di kota banyak membenciku” pikirku.

Hari semakin larut, pukul 22.15 WIB. perutku keroncongan, sebenarnya dari tadi aku ingin makan. Aku malu dengan mereka yang tidak kukenal malah membawaku dan merawatku di pondak ini. Aku bangun dari tempat tidur, kucari piring kubabak belanga, periuk dan kuali di dapur. Aku takut membangunkan mereka. Ku ambil semua nasi yang ada, dan semua lauk & sayur. Aku makan sendirian di lantai dengan lahap. Selesai makan aku pun kembali tidur.
“ALLOOHUAKBAR...SAMIALLOOHULIMAN HAMIDAH...ALLOOOHUAKBAR..!,” Suara itu sayup-sayup kudengar. Suara itu pula yang membangunkanku. Kulihat jam di dinding pukul 04.25 WIB. wah sudah pagi. Oh, ternyata, si kakek dan pemuda itu melakukan gerakan senam pagi,tapi kok pagi buta begini sudah senam?” ujarku dalam hati. “Aah sudahlah...,mataku masih ngantuk, jadi aku tidur lagi”.

Dalam tidurku, aku bermimpi berjalan-jalan ditepian jalan di perkotaan, aku khawatir terperosok lagi, sehingga aku memilih jalan lain yang aman. Yang tidak ada selokannya. Tapi, ternyata aku tak ada pilihan lagi. Tiba-tiba, air selokan meluap dan limbah lumpur nya melimpah keluar, aku ketakutan berusaha berlari dari kejaran limbah lumpur itu, waaaaaaah....lumpurnya melebihi lumpur lapindo, semua jalan ditutupi lumpur, bahkan rumah-rumah, gedung-gedung habis dilibas lumpur hitam itu ,aku berteriak minta tolong, kuteriakan “ALLOOOOHUAKBAR!!!.. berkali-kali lumpur itu surut tiba-tiba..,aku kapok terkena lumpur itu lagi” aku terus berteriak mengucapkan “ALLOOHUAKBAR!!!” sekeras mungkin bahkan, kuteriakan dengan suara khas parau anak metal. Ku lihat lumpur tadi yang mengering serta-merta hancur seperti diterpa gempa yang sangat keras, awan mendung pun berkumpul suara mengguntur dari langit dan sambaran halilintar memekakan telinga terdengar, lalu hujan deraspun turun menyapu dan menggerus lumpur hitam itu. Perkotaan kembali bersih diterpa hujan.
pagi ini hujan cukup deras yang disertai gemuruh ,petir dan angin kencang.Mendengar teriakanku, kakek dan pemuda itu terkejut heran dan menghampiriku. Mereka berusaha membangunkanku dari tidurku. “Anak muda, anak muda!...bangun-bangun...!”, astaghfirullooh...,istighfar anak muda, ku buka mataku, hah, ternyata aku bermimpi. Ikuti kata kakek, “Astaghfirulloohal ‘aziiim” akupun mengikutinya dengan terbata-bata dan berkali-kali. “ini ki air minumnya” kata pemuda sambil memberikan segelas air minum ke kakek. “Ayo diminum dulu, tenangkan dirimu anak muda” kata kakek sambil memberiku minum. Memang ternyata, pagi ini hujan cukup deras yang disertai gemuruh ,petir dan angin kencang. Syukurlah pondok ini terlindungi oleh rimbunan pepohonan sehingga angin membencar dan tidak terlalu kuat mengenai pondok ini.
Pagi itu, kuceritakan mimpiku kepada mereka. Mereka berdua saling berpandangan dan tersenyum. Aku heran melihat mereka. Dan mereka memandangiku sambil tersenyum pula. “Sorry, ada yang aneh dengan ku?” tanyaku. “Tidak anak muda, tidak ada yang aneh denganmu” kata kakek. “aku kapok,aku tak mau lagi ketiban sial di jalanan sana”kataku. “Ketiban sial?”tanya kakek heran. “Ya,aku tak mau terperosok & kotor lagi” jawabku. “Baiklah,kalau memang itu maumu, mari ikut aki” kata kakek. “Kemana?” tanyaku. “ikutlah,kamu gak mau kotor lagi kan?” ujar kakek. Aku mengangguk. Aku pun mengikuti kakek itu. “Cu, sudah penuh air di drum?” tanya kakek pada pemuda itu. “Sudah Ki” sahut pemuda itu. “Masuklah ke kamar mandi itu, buka semua baju dan celanamu anak muda, dan pakailah kain basahan ini” kata kakek sambil memberikan kain bekas tepung gandum”. Kakek menunggu diluar, sini baju dan celanamu anak muda, biar cucuku yang mencucinya. “wey, tolong baju kaosku, yang gambar tengkorak itu jangan disikat ya, aku gak mau gambarnya sampai terkelupas. “Kamu tenang saja anak muda, cucuku, lihai dalam mencuci, dia punya banyak akal,gimana cara mencuci baju tanpa menghilangkan gambar sablon yang menempel. “Kebetulan, dia bekerja jadi tukang sablon kaos di pasar sana” ujar kakek. “Oh ya, waah bagus tu, di mana tu?” tanyaku sambil menggosok-gosok badanmu dengan sabun. “di pasar Nobon.”sahut pemuda itu sambil merendam pakaianku dengan sabun cuci colet. Ow..pasar Nobon alias No Ngebon itu?”ujarku. “Iya bang, alias tak boleh ngutang he he..”jawab pemuda itu. “Gimana mau ngutang, barang dagangannya harganya lumayan murah semua, aki dan orang kampung di sini banyak yang milih belanja di pasar itu.” Ujar kakek. “aku jarang ke pasar Nobon, aku lebih memilih pasar diseberang sana, pasar Bodai” kataku. Oh, pasar Bodai itu alias boleh gadai ya bang?”ujar pemuda itu. “Ya”jawabku. “Jadi,kalo abang gak punya uang, abang boleh gadai barang apa aja gitu?” tanya pemuda itu. “ya iyalah,aku sering gadai barang di sana”jawabku. “apa gak rugi bang?”tanya pemuda itu. “peduli amat, yg penting aku dapetin barang yang kuinginkan”jawabku. “Sudah-sudah, nanti saja dilanjutkan ngobrolnya, ayo anak muda sudah selesai mandinya?” tanya kakek. “Sudah Ki” kataku. “Kamu juga cu, cepatlah selesaikan cucianmu, lalu ambilkan handuk dan pakaian bersih untuk anak muda ini” ujar kakek. “Ya ki” sahut pemuda itu.
Seusai mandi, aku memakai pakaian yang diberikan pemuda itu. Aku dipinjamkan baju kaos lengan panjang dan kain sarung. Ini memang bukan bajuku, semua bajuku yang kubawa didalam tas habis terendam lumpur. Ku lihat, sudah dicuci semuanya dan dianginkan pada tali jemuran dalam rumah. Karena memang hari belum begitu panas. Tapi baju kaos siapa ini, kalau baju si pemuda itu gak mungkin, karena baju ini cukup besar ukurannya dan pas dengan size tubuhku. Apalagi si kakek, mana mungkin ini baju si kakek. Baju kaos polos ini sepertinya masih baru. Apakah si pemuda itu sengaja membelikan aku?” sebaik itukan dia?” ah sudahlah. “Ada apa bang?, abang gak suka ya dengan baju ini?” tanya pemuda itu. “nggak, aku suka kok” jawabku. “Tapi, kenapa aku cuma pakai kain sarung, apa gak ada celana panjang gitu?” tanyaku. “ada kok, tapi aki yang nyuruh bang”jawab pemuda. “Sumpah, aku gak biasa aja pakai sarung gini, kayak mau sunatan aja” kataku. “Anak muda, mari sini ngopi bareng sama aki” ajak kakek yang lagi duduk nyantai di tikar pandan. “Mari bang, kebetulan hujan begini enaknya ngopi sama makan ubi rebus, tadi pagi kakek merebus ubi rambat hasil tanamannya di kebun belakang. Akupun bersama pemuda itu menghampiri kakek yang biasa disapa Aki oleh orang sekampung.
Kalo udah ngopi, temennya so pasti rokok. Mau anak muda,org tua di negeri ini pada suka tu. Palagi musim hujan,pas banget tu.

Kami bertigapun asyik mengobrol sambil menyantap ubi rebus dan menyeruput kopi buatan yang dibeli dari orang kampung. Aku memperkenalkan diriku, asal usulku, namaku dan segala hal yang mereka ingin tau dari diriku. “Oh bang Opick Nujoum namanya, “tapi orang-orang biasa memanggilku Opium” kataku. “Waah kaya nama narkoba aja bang”. “emang”. kalau namamu?”tanyaku. “aku Cuapingno Tongkole, tapi orang kampung biasa manggil aku Cuap/cu .” Aki memanggilku dengan sebutan ucu/cu, sebab aku anak yang bungsu.” Kata Cuapingno. “Kalau Aki, namanya Ampulele Kuelame Ikangno,makanya disapa aki”kata si Cuapingno. “Weih, panjang juga ya, unik juga kedengarannya nama orang kampung sini.” Kataku. “Aki sekeluarga suka pelihara ikan?” tanyaku. “iya tapi dulu waktu ayah,ibu dan abang si cu masih hidup, eh, kok anak muda tau?” tanya Aki. “Owh,wajar saja, dari nama unik kalian saya nebak saja, soalnya nama Aki dan Si Cu ada terselip nama ikan, benar gak?” tanyaku. “Ya,opick betul, warga di sini memberi nama keluarganya sesuai dengan pekerjaan sehari-hari,jadi mudah dikenali. Kami dulu selain nelayan juga pemelihara beragam jenis ikan. Orang kampung juga kenal dengan kami sebagai keluarga peternak & penjual ikan. Ayah si Cu bernama Arwana Moarae Holu, Ibu si Cu bernama Karapunoa Lumaya, Abang si Cu bernama Sardinoa Samodra Otara. Namun sayang, mereka semuanya tewas dilanda ombak dan badai saat menjala ikan di laut. Aku sesekali diajak Cuapingno & Aki jalan-jalan ke pantai sambil mengobrol & sekedar menanti maghrib. saat itu mereka selalu teringat wajah keluarganya yang kini telah pergi untuk selamanya. Ku abadikan foto mrk sbg pelajaran kehidupan bagiku.Ketika itu, Si Cu masih berumur 11 bulan 29 hari. Saat itu Aki sempat panik, sebab cuaca saat itu tiba-tiba berubah, awan menjadi mendung dan badai topan di laut berkecamuk, aki Cuma bisa memanjatkan doa keselamatan kepada mereka sambil menggendong si cu yang tiada henti menangis” ujarnya sambil terisak-isak menahan tangis. Ku lihat mata Si Cu juga berkaca-kaca, ia tak bisa membendung air matanya, anak lelaki itu berusaha untuk tegar sambil menghapus air matanya. “Oke, sorry, aku gak ada maksud buat kalian sedih & cengeng begini...,soalnya aku juga ikut sediiih..huk huk!”aku terharu dengan kisah keluarga ini, meski aku anak metal yg jarang nangis, kini aku baru tau arti hidup sebenarnya. Aku terbayang dengan keluargaku, mereka masih hidup tapi malah meninggalkanku, menganggapku sampah keluarga, aku diusir dari rumah sehingga sampai kini aku hidup di jalanan tanpa tujuan jelas. Suara tangisku melebihi suara tangisan mereka. Aku nyaris teriak histeris menyesali diri sendiri, apa yang sudah kulakukan selama ini. Melihat ku seperti itu, mereka berhenti menangis, bengong serta heran dengan sikapku. “Opick, opick, ada apa?” tanya Aki. “Tidak ada apa-apa”jawabku sambil menghapus air mata dan menuang ingusku yang keluar bersamaan air mataku. “Apa yang kau tangiskan,sepertinya sangat menyedihkanmu, tragedi masa silam yang menimpa anak & menantu serta cucuku itu sudah kami ikhlaskan dan serahkan kepadaNya jadi tidak sampai sesedih kamu, pasti ada hal lain yang kamu sedihkan?” tanya Aki. “Iya, Aki benar”sahutku. Aku pun menceritakan perjalanan hidupku hingga aku kini memilih hidup sebagai anak metal jalanan.
...
“Aku ingin berubah Ki?” kataku singkat. “Berubah yang bagaimana?”tanya Aki. “Aku ingin bahagia jalani hidup Ki”kataku setelah merenung sejenak. “Aku mau jadi orang baik, aku mau belajar senam sama kalian sepertinya bagus buat nyehatin badan & nenangin pikiran”.kataku. “Ha, senam?,senam apaan tu?” tanya Aki. “ Senam yg 5 kali sehari itu ya bang?“ tanya Cuap. “Ya”. Oowh..itu Ki, sholat fardu 5 waktu” kata Cuap. “Oooh, itu lebih dari sekadar senam pick” ujar Aki. “Bahkan, itu jurus dasar mencari kebahagiaan hidup, iya kan Ki?” sahut Cuap sambil menoleh ke Aki. Aki melongo, “emmm..ya ya..,Si cu benar,benaran kamu mau belajar jurus ilmu tenaga jiwa ini?” tanya Aki. “Oh ya, yang benar Ki, aku mau-aku mau!,yang penting pikiranku bisa tenang” kataku bersemangat. “Kapan saya bisa mulai belajar Ki? Sekarang bisa gak?”tanyaku. “Cu, lihat pukul berapa sekarang?”tanya Aki. “Kebetulan Ki, 15 menit lagi waktu dzhuhur masuk”sahut Cuap sambil melihat jam dinding tua yang digantung. “Baiklah, jurus ilmu jiwa bahagia ini dinamakan sholat, untuk mempelajarinya & mengamalkannya mesti ada syarat” kata Aki. “Apa syaratnya Ki?, apa perlu pake’ ayam kampung hitam atau beras kuning & kemenyan?” kataku. “Owh, tidak perlu, kita cukup berwudhu,yaitu membersihkan bagian anggota tubuh kita dengan air bersih & mensucikan” jelas Aki. Aku melongo & mengangguk-anggukan kepala. “Sekarang mari ikut Aki, Cu contohkan gimana cara berwudhu yang benar sama abang Opick”ujar Aki. “Baik Ki”.
.....
Setelah itu, waktu shalat dzuhur pun tiba. Cuap menyangikan lagu dengan lantang, aku ingat lagu itu liriknya sama dengan yang sering ku dengar di masjid & surau,tapi lagu apa itu. Aku duduk terdiam mendengarkan lagu itu, memang terasa beda dihatiku. Aku merasa tenang mendengarnya. Ingin rasanya kunyanyikan lagu itu. Setelah Si Cu selesai bernyanyi,“Eh,cuap, lagu apa yang kau nyanyikan?” tanyaku setengah berbisik. “Ini bukan lagu bang, tapi adzan artinya suara tanda waktu shalat tiba” jawabnya. “Ooow..adzan”kataku.
Awalnya aku agak canggung dan cuma bisa mengikuti sambil melihat gerakan shalat. Setelah selama 6 bulan aku mengikuti segala apa yang mereka lakukan termasuk shalat bersama mereka. Hatiku dan jiwaku merasakan ketenangan yang amat dahsyat. Aku dibimbing untuk selalu berdzikir yakni mengingat Allah swt kapan dan di mana saja berada. Aku sangat menikmati dan larut dalam dzikir itu. Aki juga berpesan kepadaku, setiap kali ada niat jahat yang terlintas dihati & pikiran agar segera beristighfar. Kuingat dan kupegang nasehat & pesan dari orang yang telah menyelamatkanku dari selokan itu.
“Ki, Cu.aku minta maaf atas semua perangai kasarku, dan telah merepotkan kalian selama ini, aku tidak tau mau kemana aku ini kalau sempat aku tidak bertemu kalian. Aku merasa punya keluarga lagi.” Ujarku sambil meneteskan air mataku. “Ya, sudahlah pick, Aki dan Cu juga sudah menganggap kamu sebagai keluarga kami, tapi ingat, di sana ada keluargamu yang harus kau sayangi, pulanglah pada mereka, buatlah mereka tersenyum melihatmu kini berubah” ujar Aki dengan mata berkaca-kaca. “Cu, adek abang yang baik, makasih banyak ya, udah mau nyuciin baju anak metal” kataku sambil mengusap-ngusap kepalanya. “Yoi bang” jawabnya sambil menahan tangis. “Kenapa, insyaAlloh, lain waktu kita bisa jumpa lagi kok,” kataku. “Jika abangku masih hidup, dia gak jauh beda sama abang”ujarnya. “Ya, Opick, kapan-kapan mampir ke sini ya” kata Aki. Kamipun berpelukan dan menangis terharu. Aku harus melanjutkan langkahku mencari spiritku yang hilang, menyusuri jalan memahami makna sebuah perjuangan dan pengorbanan dalam hidup. Terima kasih kuucapkan pada kalian.

Catatan by angah sanaci 10 Maret 2011 selesai pkl 11.46 WIB.

 
Aku hanyalah hamba-Nya.Aku bersyukur pd-Nya masih menunjukan jalan kebaikan hidupku.Sungguh Ya Allah Ya.. Tuhanku, hamba mohon petunjuk dan ampunan-Mu dengan segenap jiwa ragaku. Aku kapok terperosok & kotor lagi.








              Menjadi baik butuh proses
 
Grup band Tengkorak, salah satu ikon anak metal Muslim di Indonesia

NASYID & RELIGI ISLAMI


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com
 
Free Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design